Begitulah cinta selalu menunjukkan kuasa. Hanya dengan seperempat jurus yang paling sederhana, Tumenggung Wiroguno menghabisi nyawa Pronocitro. Pemuda tanggung nan rupawan itu menyerah dalam pertarungan tak seimbang. Dia terkapar dengan sebilah keris menancap di dada.
Tiba-tiba saya jatuh cinta pada sufisme!
Lewat sufisme, saya menemukan “jalan” yang lebih memungkinkan untuk menggapai jawab atas pertanyaan-pertanyaan kehidupan setelah proses pencarian panjang dan berliku. Mungkin karena sufisme berpijak pada “kelenturan” dan bernapas “kesederhanaan”, sehingga tidak terjadi benturan-benturan dengan pemikiran-pemikiran konvensional saya. Setidaknya, dengan sufisme, saya memiliki waktu untuk jeda sesaat, istirah dari deru kebendaan, mengambil napas panjang, menengok ke belakang, untuk menghitung-hitung kemungkinan mengambil ancang-ancang melangkah jauh ke depan.
Komentar Terakhir